Di tengah arus deras transformasi digital, politik tidak lagi sekadar soal popularitas, retorika, atau kekuatan massa konvensional. Buku Masterplan Big Data Politik: Strategi Pemenangan di Era Politik Digital Penulis St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., M.M., M.H. bersama Putranya Davinci Edison Nadapdap menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana data telah menjadi “senjata utama” dalam memenangkan pertarungan politik modern.
Melalui buku ini, pembaca diajak memahami bagaimana perkembangan teknologi, Khususnya big data telah mengubah cara kerja politik secara fundamental. Data tidak hanya berfungsi sebagai alat pendukung, tetapi menjadi fondasi dalam merancang strategi, membaca perilaku pemilih, hingga menentukan langkah-langkah kampanye yang tepat sasaran dan terukur.

Penulis, Binton Nadapdap, yang dikenal sebagai anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, menghadirkan pengalaman praktis yang dipadukan dengan pendekatan akademis. Hal ini menjadikan buku ini tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif bagi para praktisi politik, konsultan kampanye, akademisi, hingga masyarakat umum yang ingin memahami dinamika politik digital.
Buku ini mengupas secara sistematis berbagai aspek penting, mulai dari , Transformasi perilaku pemilih di era digital, Pengelolaan dan pemanfaatan big data dalam strategi politik, Teknik analisis data untuk membaca tren dan preferensi publik, Pemetaan kekuatan politik berbasis jaringan dan informasi, Peran algoritma dan teknologi dalam pengambilan keputusan strategis

Lebih dari sekadar buku strategi, Masterplan Big Data Politik juga menjadi panduan reflektif tentang bagaimana politik seharusnya dijalankan secara lebih cerdas, adaptif, dan berbasis data. Pembaca akan menemukan wawasan tentang bagaimana mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai demokrasi, sehingga proses politik menjadi lebih efektif, transparan, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan bahasa yang lugas namun berbobot, buku ini hadir sebagai referensi penting bagi siapa saja yang ingin memenangkan kompetisi politik di era digital bukan hanya dengan intuisi, tetapi dengan kekuatan data.
